MAAF BLOG DITUTUP

Selasa, 22 November 2016

PROFIL HEMODIALISA SEBAGAI PELAYANAN UNGGULAN RSUD MENGGALA




PROFIL SINGKAT
INSTALASI HEMODIALISA 



  
GAMBARAN UMUM DAN PERKEMBANGAN
INSTALASI HEMODIALISA  RSUD MENGGALA KAB. TULANG BAWANG


A.      SEJARAH PEMBENTUKAN UNIT HEMODIALISA
Unit Hemodialisa RSUD Menggala adalah salah satu unit unggulan yang didirikan untuk memberikan pelayanan hemodialisis (cuci darah) terhadap pasien rawat inap maupun  rawat jalan pada RSUD Menggala maupun unit pelayanan yang berada di sekitar Kabupaten Tulang Bawang (regional).
Unit Hemodialisa RSUD Menggala didirikan berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) No.21/PB.PERNEFRI/VII/2008 yang ditandai dengan melakukan tindakan hemodialisis terhadap dua orang pasien.
Pada saat dimulainya pelayanan, Unit Hemodialisa RSUD Menggala mendapat fasilitas dan bimbingan teknis dari Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) Ny. R.A. Habibie Bandung Jawa Barat. Kerja sama tersebut ditindaklanjuti dengan adanya perjanjian kerjasama (MoU) antara kedua instansi.
Pada tahun 2010 unit hemodilisa RSUD Menggala meningkatkan pelayanan dengan dibukanya pelayanan dialisis untuk peserta PT. ASKES dan unit hemodialisa bekerjasama dengan PT. FRESENIUS MEDICAL CARE untuk penyediaan mesin HD bagi pasien peserta ASKES PNS.
Sejak tanggal 16 Januari 2013, status Unit Hemodialisa RSUD Menggala telah ditingkatkan menjadi INSTALASI HEMODIALISA BLUD RSUD MENGGALA sesuai dengan Surat Keputusan Direktur  RSUD Menggala Kab. Tulang Bawang Nomor : 800/039.b/III.12/TB/I/2013.

Dalam memberikan pelayanan  Hemodialisis, unit ini mempunyai visi, misi dan motto pelayanan sebagai berikut :
MOTTO :
“ Memberikan pelayanan terbaik dan prima bagi pasien hemodialisa”

VISI :
“Menjadikan unit hemodialisa sabagai unit mandiri, unggulan serta kebanggaan dalam pelayanan kesehatan ginjal di Provinsi Lampung”

MISI :
·         Memberikan pelayanan yang berkualitas, profesional dan terjangkau
·         Mencitakan pelayanan yang nyaman, pasti dan penuh kekeluargaan.
·         Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM Pelayanan
·         Meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai
·         Menjadi salah satu rujukan pelayanan kesehatan ginjal secara regional
·         Menjalin kerjasama pelayanan dengan institusi lainnya
·         Menjadi unit yang mandiri
B.     STRUKTUR ORGANISASI DAN PELAYANAN UNIT HEMODIALISA
Struktur ini disusun berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direktur RSUD Menggala Nomor : 800/039.b/III.12/TB/I/2013 (gambar struktur dapat dilihat pada Lampiran 1).

C.     SUMBER DAYA MANUSIA
Pada awal pembentukannya, unit hemodialisa ini hanya dioperasikan oleh tenaga standar minimal sesuai rekomendasi PERNEFRI tentang pedoman pelayanan hemodialisis. Namun pengoperasian hemodialisis ketika itu sesuai dengan bantuan petunjuk dokter supervisor (dr. Hj. Ria Bandiara, Sp.PD-KGH, Korwil Jawa Barat) dan tenaga dokter spesialis penanggung jawab bersertifikasi hemodialisa (dr. Ahmad Taruna,Sp.PD, dari RSUD. Abdoel Moeloek Propinsi Lampung).
Sejak tahun 2009 hingga sekarang tenaga pelaksana dan penanggung jawab hemodialisa  (Spesialis Penyakit Dalam) telah dilaksanakan oleh dr. H. Lukman Pura, Sp.PD., MHSM, beliau merupakan tenaga tugas belajar dari Kabupaten Tulang Bawang yang telah menyelesaikan pendidikan untuk mendapatkan kompetensi pelaksana hemodialisa (sertifikasi HD) . Sedangkan untuk tenaga Supervisor Hemodialisa masih mendapatkan bantuan dari Dr.dr. Hj. Ria Bandiara, Sp.PD-KGH, Korwil Jawa Barat. Hal ini mengingat kerjasama yang telah terbentuk sebelumnya.

Berikut merupakan daftar nama tenaga pengelola Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD Menggala :
1.       Supervisor dan Konsultan Ginjal Hipertensi (KGH)
Dr. dr. Hj. Ria Bandiara, Sp.PD-KGH, Korwil Jawa Barat
2.       Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD) Penanggung Jawab dan Pelaksana Hemodialisa
dr. H. Lukman Pura, Sp.PD., MHSM,KGH
3.       Dokter umum Pelaksana Hemodialisa
dr. Eva Kusumaningsih (sertifikasi HD)
dr. Ray Khah Fissa (belum sertifikasi HD)
4.       Perawat Mahir Hemodialisa (sertifikasi HD)
·        Alphin Doffiansyah, A.Md.Kep
·        Ahmad Syaifudin Ali, A.Md.Kep
·        Sri Hartono, AMd.Kep
·        Siti Soleha, S.Kep
·        Eliza Sri Kurniati, A.Md.Kep
·        Libde Turnip, A.Md.Kep
5.       Perawat pelaksana (belum sertifikasi HD)
·        Lisca Novita Liza, S.Kep
·        Meilky Joniansa, A.Md.Kep
·        Novia Nurliana, S.Kep
·        Meri Julianti, A.Md.Kep
·        Elis Safitri, A.Md.Kep

6.       Tenaga Pendukung Lainnya
·         Heriyantori (teknisi mesin HD sertifikasi)
·         Imelda Alma Dewi (tenaga administrasi)
·         Bambang Februari (tenaga pramu husada)


D.     SARANA MESIN HEMODIALISA
Sesuai dengan standar minimal pelayanan HD pada pedoman pelayanan hemodialisa tahun 2008, mulanya mesin hemodialisa yang dipakai dalam operasional hanya 4 (empat) buah dengan satu buah mesin cadangan. Namun dengan meningkatnya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas hemodialisis, instalasi hemodialisa RSUD Menggala meningkatkan kuantitas dan kualitas mesin, hingga saat ini berjumlah 14 (empat belas) mesin, dengan rincian 10 mesin untuk operasional dan 4 mesin sebagai cadangan.
Adapun mesin hemodialisa saat ini terdiri dari :
·         8 (delapan) mesin merek Gambro milik PT. Sing Aji
·         4 (empat) mesin merek Fresenius milik PT. Fresenius
·         1 (satu) mesin merek Fresenius milik BLUD RSUD Menggala
·         1 (satu) mesin merek Nipro milik BLUD RSUD Menggala


E.      SARANA GEDUNG DAN PENUNJANG LAINNYA
Dalam pelayanannya instalasi hemodialisa saat ini menggunakan ruangan dengan luas sekitar 200 m2 yang berdekatan dengan ruang ICU, sehingga bila terjadi perburukan klinis saat proses hemodialisis petugas HD akan dapat dengan mudah memindahkan pasien ke ruang ICU tersebut. Secara umum sarana penunjang pelayanan Instalasi Hemodialisa sampai saat ini adalah :
·         Sarana Rawat Intensif (ICU) lengkap dengan peralatan standar ICU dan tenaga perawat intensif
·         Laboratorium penunjang, dengan kemampuan pemeriksaan laboratorium dasar (rutin), kimia darah, elektrolit, dan gas darah (BGA) dengan penanggung jawab Dokter Patologi Klinik (Sp.PK)
·         Penunjang umum pelayanan hemodialisa lainnya :
Ø  Ruang pengolahan air (Water Treatment)
Ø  Ruang BHP (Bahan Habis Pakai)
Ø  Ruang Dokter
Ø  Ruang Kepala Ruangan
Ø  Ruang Perawat
Ø  Ruang Administrasi
Ø  Peralatan pendukung standar, ruang tunggu, ruang observasi dan rawat yang memadai.



F.   CAKUPAN PELAYANAN (TINDAKAN) DAN PEMBIAYAAN
Pada awal-awal pelayanannya, unit HD melakukan tindakan HD sebanyak 2 (dua) tindakan. Semakin hari tindakan pelayanannya semakin bertambah, tidak saja karena penyebaran informasi akan pelayanannya, namun karena adanya program Asuransi Kesehatan yang dicanangkan Pemerintah, mulai dari JAMKESMAS, JAMKESDA / JAMKESTA hingga saat ini yang dicanangkan secara Nasional, yaitu sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang pelaksanaannya dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dengan adanya program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, maka hampir 100% tindakan HD yang dilakukan di Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD Menggala pembiayaannya menggunakan BPJS Kesehatan.
(Grafik jumlah kunjungan Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD Menggala dapat dilihat pada Lampiran 2)


G.  RENCANA PENGEMBANGAN INSTALASI HEMODIALISA
               Saat ini Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD Menggala melayani pasien cuci darah dengan menggunakan 10 mesin dengan rata-rata 320 tindakan HD perbulan. Jumlah penderita pasien Gagal Ginjal tiap tahunnya meningkat dengan signifikan, tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah mesin hemodialisa.  Tercatat lebih dari 30 pasien yang masuk daftar tunggu untuk bisa mendapatkan pelayanan di Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD Menggala. Pasien-pasien tersebut berdomisili di Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Lampung Tengah.
               Seiring dengan meningkatnya jumlah pasien Gagal Ginjal yang perlu mendapatkan pelayanan  Hemodialisa, maka diperlukan juga peningkatan sarana dan prasarana seperti : mesin HD, instalasi water treatment (air RO), ruangan tindakan, alat-alat kesehatan dll.  Selain itu perlu juga adanya peningkatan Sumber Daya Manusia yaitu dokter, perawat, teknisi maupun tenaga pendukung lainnya.
               Rencana kedepan, Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD Menggala akan meningkatkan jumlah pelayanan HD yang saat ini memiliki 10 unit mesin HD, akan ditingkatkan menjadi 20 unit mesin HD. Selain penambahan unit mesin HD, akan ditingkatkan pula sarana dan prasarana serta SDM sehingga dimasa yang akan datang Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD Menggala dapat melayani dan membantu pasien yang membutuhkan pelayanan hemodialisis.
    
  
H.   PENUTUP
      Demikianlah profil singkat dan gambaran umum mengenai Instalasi Hemodialisa  RSUD Menggala Tahun 2015. Semoga dengan gambaran umum ini dapat menjadi pedoman untuk meningkatkan dan mengembangkan Instalasi Hemodialisa sesuai dengan visi dan misi Instalasi Hemodialisa maupun visi dan misi RSUD Menggala, sehingga dimasa-masa yang akan datang Instalasi Hemodialisa akan tetap menjadi unit unggulan  RSUD Menggala dan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik khususnya bagi pasien yang mengalami Chronic Kidney Disease (CKD) atau Penyakit Ginjal Kronis (PGK).


Sumber: Profil Hemodialisa RSUD Menggala
Edited by. Humas










Rabu, 28 September 2016

CT-SCAN




28 /09/2016 Tepatnya hari Rabu sekira pukul 10.30 WIB telah dilaksanakan seremonial Penandatanganan Berita Acara Penyerahan CSR BRI Yaitu satu unit Ambulance kepada Pihak RSUD Menggala. Hal tersebut ditandatangani langsung oleh Pimpinan BRI Cabang Tulang Bawang dan Direktur RSUD Menggala yang disaksikan langsung oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang : Drs. SOBRI, MM.

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Instalasi Gawat Darurat RSUD MENGGALA tersebut berjalan khidmat dan lancar.

Dalam Laporan Ibu Direktur RSUD Menggala, dr.Feby Levarina, Sp.PK.,M.Kes.,MH.Kes mengucapkan terimakasih kepada Pihak BRI yang telah berkenan membantu peningkatan pelayanan sarana RS dan membuka Temporary Outlet di RSUD Menggala. Beliau juga mengingatkan kembali bahwa sebelumnya PT.SGC juga telah melakukan hal yang sama serta  mengucapkan rasa terimaksihnya Kepada PT.Sugar Group Company yang juga telah memberikan bantuan Mesin Cuci Darah kepada RS.

Dalam Pidatonya, Ibu Direktur juga memperkenalkan Kepada Bapak Sekretaris Daerah dan para Undangan terkait Sarana Pelayanan penunjang baru di RSUD Menggala yaitu Pelayanan CT-SCAN 16 SLICE sekaligus memohon Perkenan Bapak Sekretaris Daerah Melakukan Pembukaan secara resmi (soft Opening) dengan simbol Pemotongan Pita langsung di Ruang Pelayanan CT-Scan.

Kemudian, saat memberikan sambutannya, Pimpinan BRI Cabang Tulang Bawang yang disapa akrab dengan Pak BOWO menyebutkan bahwa dengan memberikan CSR dan membuka temporary outlet di RSUD Menggala merupakan suatu pengabdian dan Pelayanan kepada Masyarakat Tulang Bawang melalui dukungan RSUD MENGGALA.

Selanjutnya,
Pidato Bapak Bupati Tulang Bawang yang dibacakan oleh Bapak Sekretaris Daerah Tulang Bawang berterimakasih dan terus mengajak masyarakat Tulang Bawang Mendukung Peningkatan Pelayanan RSUD Menggala, milik dan kebanggaan kita bersama ini.
Humas.




Minggu, 18 September 2016

RSUD MENGGALA JALANI PROSES SURVEY



RSUD MENGGALA Telah lewati salah satu langkah dari Proses akreditasi Versi 2012. 14 september 2016 tepatnya hari Rabu sampai dengan jum'at 16 september 2016 Proses Survey telah dilakukan oleh Tim Surveior KARS Kementerian Kesehata RI. Tim Surveior tersebut sangat lekat ditelinga dan mereka meminta disebut nama panggilan yaitu Ibu Dokter Anak Agung spesialis THT (ibu Rani), Ibu Indah, SKP.,MHSM dan dokter Mansur,M.Kes.

Ketiga Tim Surveior melakukan tugas survey dan bimbingan yang sangat baik dalam proses bimbingannya. Hal tersebut tampak dari semangat dan antusias tim Pokja Akreditasi yang Mengikutinya.


Dalam sambutannya, Ibu Direktur RSUD MENGGALA " dr. FEBY LEVARINA, Sp.PK.,M.Kes" sangat memberikan waktu seluas luasnya kepada Tim surveior untuk melakukan proses Survey dan bimbingan. Serta akan menerima segala hasil survey baik yang membutuhkan Perubahan keseluruhan, sebagian dan perubahan sedikit. Hal ini disampaikan karena RSUD Menggala merupakan Rumah Sakit muda yang berumur 10 tahun dan memberanikan diri mengikuti Akreditasi RS.

Kita pasti bisa, meraih Bintang lima untuk Paripurna tegas Ibu Direktur lagi yang disambut sorak semangat dari seluruh pokja Akreditasi.

Ketika diminta tips nya(TIM SURVEIOR) terkait bagaimana supaya Akreditasi ini berhasil, Tim Surveior memberikan tips. Yaitu:
1. Semangat, komitmen dan terus bekerja
2. Seluruh karyawan merupakan Tim kerja. Tidak ada yang superior maupun inferior. Semua kerja tim.
3. Semangat perubahan datang dari masing-masing invividu, mendapat dukungan pemegang kebijakan,  dan Masyarakat sekitarnya
4. Secara teknis pokja menyiapkan regulasi, kebijakan, pedoman, SPO, formulir/format dan Monev. Seluruh Karyawan selalu melayani sesuai regulasi tersebut.
5. Penerapan Reward dan Punishment diperlukan.

Demikiaan tips dari Tim Surveior.
Humas.


Minggu, 28 Agustus 2016

RSUD MENGGALA GELAR PELATIHAN PENGGUNAAN APAR


RSUD MENGGALA GELAR PELATIHAN PENGGUNAAN APAR
(Alat Pemadam Api Ringan)


oleh Tim Pemadam Kebakaran PEMDA Tulang Bawang
Senin, 29 Agustus 2016 di Aula RSUD Menggala diselenggarakan Pelatihan Penggunaan APAR oleh Tim Pemadam Kebakaran Pemda Tulang Bawang.

Api terbentuk karena adanya interaksi beberapa unsure/elemen yang pada kesetimbangan tertentu dapat menimbulkan api. sedangkan kebakaran yaitu peristiwa bencana yang ditimbulkan oleh api, yang tidak dikehendaki oleh manusia dan bisa mengakibatkan kerugian harta/ nyawa.

APAR adalah alat yang ringan serta mudah dilayani untuk satu orang untuk memadamkan api pada mula terjadi kebakaran.
Pelatihan ini ditujukan untuk mencegah dan menghindari terjadinya kejadian kebakaran lebih lanjut. selain itu merupakan persaratan dalam Akreditasi Rumah Sakit.
Pelatihan Penggunaan APAR dibuka secara Resmi Oleh Ibu Direktur RSUD MENGGALA Yang didampingi oleh jajaran Struktural Rumah Sakit. sedangkan dari Tim Pemadam Kebakaran  sekaligus sebagai Narasumber/Instruktur dihadiri oleh DANTON HERI ISWANTO (Perwakilan dari Kodim 0426), Danru Pemadam Kebakaran Bapak ANDRIYANSYAH,  Bapak Jumari (wakil Danru), Candra M dan Nurman sebagai anggota.
Pelatihan diselenggarakan pada hari senin-rabu, 29 -31 Agustus 2016 di Aula RSUD Menggala yang dimulai dari pukul 08.00wib sampai 16.00wib. adapun peserta pelatihan ini yaitu seluruh karyawan Rumah sakit Umum Daerah Menggala.
Pelaksanaan Pelatihan berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Huma


Minggu, 06 Maret 2016

DONOR DARAH UNTUKMU TUBA KU











DIRGAHAYU KABUPATEN TULANG BAWANG
Dalam Rangka Hari Jadi ke-19 Kabupaten Tulang Bawang Mari Kita Tingkatkan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang.

AYO BERDONOR DARAH !!!...
"SETETES DARAH DAPAT MENYELAMATKAN ORANG LAIN".

Hari ini, 7 maret 2016, RSUD MENGGALA telah siap melaksanakan kegiatan bhakti sosial Donor Darah.
Pada Kesempatan ini disampaikan Kepada Seluruh Masyarakat Tulang Bawang dan Pegawai Satker di Wilayah TUBA berkenan melakukan Donor Darah, Karena setetes darah dapat membantu Pasien yang sedang membutuhkan.
KEGIATAN BHAKTI SOSIAL DONOR DARAH DILAKSANAKAN  TANGGAL 7 SAMPAI 8 MARET 2016 YAITU DARI PUKUL 08.00 SAMPAI SELESAI DAN BERTEMPAT DI GEDUNG PMI RSUD MENGGALA.
ADAPUN PESERTA YANG DAPAT MENDONORKAN DARAHNYA YAITU
1. MASYARAKAT TULANG BAWANG DAN MASYARAKAT DI LAMPUNG PADA UMUMNYA.
2. PEGAWAI NEGERI / KONTRAK DISELURUH SATKER PEMDA TULANG BAWANG MINIMAL MENGIRIMKAN 5 ORANG PER SATUAN KERJA PEMERINTAH DAERAH
3. PENDONOR TETAP DENGAN MASA 5 KALI PER TAHUN.
ADAPUN SYARAT MENJADI PENDONOR DARAH ANTARA LAINNYA:
1.  UMUR 17 S/D 50 TAHUN.
2. BERAT BADAN 50KG ATAU LEBIH.
3. TIDAK BERPENYAKIT JANTUNG,HATI,PARU PARU,GINJAL, KENCING MANIS, PENYAKIT PENDARAHAN, KEJANG KEJANG, DAN PENYAKIT KULIT KRONIS, TIDAK SEDANG HAMIL, MENYUSUI, ATAU MENSTRUASI BAGI WANITA.
4. ISTIRAHAT CUKUP SEBELUM MELAKUKAN DONOR DARAH, TIDUR MINIMAL 6 JAM,
5.BAGI PENDONOR TETAP PENYUMBANGAN 5 KALI DALAM SETAHUN.
DEMIKIAN DISAMPAIKAN SEMOGA TULANG BAWANG SEMAKIN MENYEHATKAN MASYARAKATNYA.

Informasi ini dapat juga didengarkan di Radio Tuba di 92,3 FM. .pada pukul 07.30, 09.30, 12.30, 16.30 dan 20.00 WIB.

Rabu, 24 Februari 2016


DALAM WAKTU DEKAT INI RSUD MENGGALA AKAN MELAKUKAN KEGIATAN BHAKTI SOSIAL.
HAL INI DILAKUKAN UNTUK MENYAMBUT HUT TUBA XIX TAHUN 2016.
Pada Kesempatan ini disampaikan Kepada Seluruh Masyarakat Tulang Bawang dan Pegawai Satker di Wilayah TUBA berkenan melakukan Donor Darah, Karena setetes darah dapat membantu Pasien yang sedang membutuhkan.
KEGIATAN BHAKTI SOSIAL DONOR DARAH AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 7 SAMPAI 8 MARET 2016 YAITU DARI PUKUL 08.00 SAMPAI SELESAI DAN BERTEMPAT DI GEDUNG PMI RSUD MENGGALA.
ADAPUN PESERTA YANG DAPAT MENDONORKAN DARAHNYA YAITU
1. MASYARAKAT TULANG BAWANG DAN MASYARAKAT DI LAMPUNG PADA UMUMNYA.
2. PEGAWAI NEGERI / KONTRAK DISELURUH SATKER PEMDA TULANG BAWANG MINIMAL MENGIRIMKAN 5 ORANG PER SATUAN KERJA PEMERINTAH DAERAH
3. PENDONOR TETAP DENGAN MASA 5 KALI PER TAHUN.
ADAPUN SYARAT MENJADI PENDONOR DARAH ANTARA LAINNYA:
1.  UMUR 17 S/D 50 TAHUN.
2. BERAT BADAN 50KG ATAU LEBIH.
3. TIDAK BERPENYAKIT JANTUNG,HATI,PARU PARU,GINJAL, KENCING MANIS, PENYAKIT PENDARAHAN, KEJANG KEJANG, DAN PENYAKIT KULIT KRONIS, TIDAK SEDANG HAMIL, MENYUSUI, ATAU MENSTRUASI BAGI WANITA.
4. ISTIRAHAT CUKUP SEBELUM MELAKUKAN DONOR DARAH, TIDUR MINIMAL 6 JAM,
5.BAGI PENDONOR TETAP PENYUMBANGAN 5 KALI DALAM SETAHUN.
DEMIKIAN DISAMPAIKAN SEMOGA TULANG BAWANG SEMAKIN MENYEHATKAN MASYARAKATNYA.

Informasi ini dapat juga didengarkan di Radio Tuba di 92,3 FM. .pada pukul 07.30, 09.30, 12.30, 16.30 dan 20.00 WIB.


Minggu, 31 Januari 2016

Pulang APS, tidak dijamin BPJS

Adanya Permintaan Pasien Pulang Rawat Inap di Rumah Sakit tanpa perintah dari dokter yang bertanggungjawab menangani pasien tersebut atau Pulang atas Permintaan sendiri / atas kemauan keluarga dan pribadi pasien, maka berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI. Nomor 69 Tahun 2014 tentang kewajiban RS. Dan Kewajiban Pasien, disebutkan pada BAB III  mengenai kewajiban Pasien antara lain:
a. Mematuhi Rencana terapi yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan di RS. dan disetujui oleh pasien yang bersangkutan setelah mendapatkan penjelasan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

b. Menerima segala konsekwensi atas keputusan pribadinya untuk menolak rencana terapi yang direkomendasikan oleh Tenaga Kesehatan dan/ tidak mematuhi petunjuk yang diberikan oleh tenaga Kesehatan dalam rangka penyakit atau masalah kesehatannya.


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, disebutkan pada BAB IV point c mengenai pelayanan kesehatan yang tidak dijamin yaitu pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui PROSEDUR sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.

Kesimpulannya, Jika ada pasien yang dirawat menggunakan BPJS dan pasien pulang atas permintaan sendiri (APS) atau keluarga maka pelayanan kesehatannya tidak dijamin/batal dijamin oleh BPJS KESEHATAN.
Mohon kiranya dapat disebarluaskan dan dapat dipatuhi.
Informasi ini berasal dari BPJS dan disebarkan oleh Humas RSUD Menggala.